Tuhan menetapkan langkah-langkah orang,
yang hidupnya berkenan kepadaNya.
Apabila ia jatuh, tak sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya.

Jumat, 16 September 2011

Menjadi Utusan Tuhan (Uraian Matius 10)

Matius 10:1
Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.
Matius 10:5
Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: 

Sesungguhnya, Tuhan memanggil kita bukan untuk membuat kita merasa bangga dengan pakaian kita, jabatan kita, karunia kita, bakat kita, apalagi menjadi sok rohani. Tujuan Allah memanggil kita adalah untuk memnyampaikan berita bahwa Kerajaan Sorga sudah dekat, serta melayani umatNya yang membutuhkan kelepasan, kesembuhan, dan kekuatan baru sehingga nama Tuhan dipermuliakan. Amin.

Dan pada saat Tuhan memanggil kita, Ia tidak mengutus kita dengan tangan kosong ke tengah-tengah serigala, tetapi Ia memperlengkapi kita terlebih dahulu, sehingga kita siap menghadapi segala sesuatu yang kelak akan menghadang perjalanan pelayanan kita.
Ya... Dia memberikan kita kuasaNya, otoritasNya, sehingga kita dapat berdiri tegap dan memerintahkan roh-roh jahat, kelemahan atau pun penyakit untuk pergi, serta mengalirkan damai sejahtera Allah kepada orang-orang yang kita layani. Juga... miliki kecerdikan seperti ular dan ketulusan seperti merpati dengan roh takut akan Tuhan (permulaan hikmat), karena orang-orang yang ada di sekeliling kita belum tentu sejalan dengan kita. 

Dan ingat...!!! Sebelum kita pergi... dengarkan pesan Tuhan, apakah yang menjadi kehendakNya. Kemanakan dan kepada siapakah Ia hendak mengutus kita. Kenapa ini penting? Karena sama dengan saat kita bekerja pada bos kita. Jika kita mengerjakan hal-hal yang bukan menjadi kehendak bos kita, maka pekerjaan itu nilainya sangat kecil, padahal kita sudah susah payah bekerja serta menghabiskan banyak waktu kita, Nah, apabila kita bekerja secara strategis, mengerti apa yang menjdi kehendak rencanaNya, maka segala sesuatunya menjadi lebih mudah dan efisien. Kuncinya adalah dengan persekutuan yang intim bersama Dia dan bersedia menundukkan diri kita sepenuhnya kepada kehendak dan rencana Tuhan. JADILAH SAHABAT-NYA!!!

Matius 10:8
Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma

Kuasa dan karunia yang Tuhan berikan kepada adalah gratis, jadi kitapun patut memberikannya dengan gratis pula. Tetapi perlu diketahui juga, bahwa kita tidak boleh sembarangan memberikan kuasa dan karunia itu kepada orang-orang yang tidak menghormati kuasa Tuhan. (Matius 7:6 "Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.").

Matius 10:9-10
Janganlah kamu membawa ..., sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
Matius 10:31 
Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. 

Artinya kita tidak perlu kuatir dengan apapun. Tuhan pasti memelihara kehidupan kita. Malahan, jika kuatir bahkan menengok kebelakang, apa yang kita akan tinggalkan jika kita mengikut Tuhan, maka kita sesungguhnya tidak layak untuk mengikut Dia. (Matius 10:37-38 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. 

Matius 10:12-13 
Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. 

Saat kita berjumpa seseorang, ingatlah untuk memberi salam. Salam itu adalah doa berkat kita terhadap orang tersebut. Jika orang tersebut layak menerima salam kita (menyambut kehadiran kita dengan baik), maka salam/doa berkat kita turun atas dia. Namun jika sebaliknya, maka tarik kembali salam/doa berkat kita dari dia.

Matius 10:17-20 
Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. 

Dalam melayani Dia, kita harus selalu waspada terhadap semua orang. Banyak yang tidak sejalan dengan kita. Mereka berusaha menjatuhkan kita dengan berbagai cara bahkan sampai ke pengadilan. Namun begitu, kita tidak perlu khawatir saat kita harus menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka, karena pada saat yang sama, tepat pada waktunya, Tuhan mengaruniakan kata-kata yang tepat untuk kita ucapkan.

Matius 10:22 
Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. 

Biasakanlah dirimu menghadapi semua orang yang membenci kamu, karena memang kita pasti banyak dibenci orang. Mereka tidak memiliki pemahaman yang sama dengan kita sehingga untuk menutupi rasa tak nyaman mereka, mereka pun membenci kita. Jadi jangan heran jika saat kita memutuskan untuk melayani Dia, kita banyak dibenci dan dijauhi orang, bahkan orang-orang yang dulu dekat dengan kita, bahkan keluarga kita sendiri (Matius 10:36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya)

PERINGATAN !!!
Matius 10:32-34
Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. 
Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."    
 "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. 

UPAH !!!
Matius 10:40-42 
Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. 
Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar
 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."






Baca juga artikel ini...



0 komentar:

Posting Komentar